Sekolah Gratis atau Berbayar?



Membahas tentang pendidikan di Indonesia tidak akan pernah ada habisnya mulai dari sistem sampai sarana dan prasarana. Bayangkan saja, zaman sekarang kalau berbicara tentang gratisan atau label “free” siapa yang tidak tergiur? Bahkan hanya wacana diskon bagi pendaftar atau pembeli pertama dan lain semacamnya dapat menarik banyak peminat. Nah, seperti itu lah keadaan yang sebenarnya tengah terjadi pada kehidupan di Indonesia saat ini.

Bagaimana kalau label “free” diberikan pada sektor pendidikan? Bisakah sekolah itu gratis alias tidak berbayar? Penekanan kata label dan wacana menjadi daya tarik para orang tua khususnya. Beberapa sekolah sudah mulai mencanangkan sekolah gratis tidak bayar sama sekali. Sekolah gratis karena ada BOS (Biaya Operasional Siswa) tetapi BOS itu hanya diperuntukkan 30% siswa saja, bagaimana kalau faktanya lebih banyak yang tidak mampu membayar sekolah? UUD lagi alias ujung-ujungnya duit. Kedua, sekolahnya gratis tetapi ada biaya lainnya seperti buku paket, LKS, uang gedung, kebersihan, uang ini itu yang kalau dihitung bisa melebihi biaya sekolah tiap bulannya. Jadi, siapa yang tidak menginginkan sekolah gratis? 

Mengapa harus gratis?

Pertama, tidak semua orang berasal dari kalangan mampu atau mengengah ke atas. Singkat cerita untuk kasus ini biaya sekolah ada subsidi silangnya, tetapi subsidi silang itu sering disalahgunakan sehingga yang menjadi sasaran biaya sekolah gratis itu tidak tepat.

Kedua, setiap orang menginginkan kehidupan yang lebih baik dengan salah satu caranya yang paling utama adalah meningkatkan kualitas pendidikan pada dirinya. Bisa membaca, menulis, berhitung yang menjadi modal awal agar tidak mudah ditipu atau dibodohi orang lain. Hal ini menjadi alasan orang awam yang ingin sekali bersekolah.

Ketiga, pendidikan itu identitas suatu Negara. Suatu Negara dapat dilihat maju atau tidaknya pasti dari system pendidikannya. Sekarang begini, kalau sekolah itu gratis dan siapapun dapat mengenyam pendidikan dan duduk di bangku sekolah pasti bibit-bibit generasi penerus bangsa yang kompeten dan berkualitas akan tercipta karena dengan generasi baru tersebut akan membangun negeri ini sendiri menjadi lebih baik lagi kedepannya serta mampu bersaing secara global.

Keempat, dengan sekolah gratis maka biaya kebutuhan lainnya dapat tercukupi dan para orang tua yang memiliki penghasilan sangat pas bahkan kurang dari cukup setidaknya bisa bernafas lega karena tidak begitu berat memikirkan, “aduh, besok bayaran sekolahnya si Kakak dan uangnya abis untuk berobat si Adik” atau untuk para orang tua yang memiliki anak banyak yang meminta giliran membayar uang sekolah. Ada beberapa anak yang memikirkan kendala keuangan orang tuanya, sehingga mereka lebih memilih kerja daripada sekolah berbayar yang terkesan hanya menghabis-habiskan uang. Masalah seperti itu justru menghambat perkembangan dan kemajuan suatu Negara dimana generasi penerusnya masih sulit memikirkan perutnya sendiri.

Pendidikan itu mahal bukan berarti dengan biaya tinggi sehingga orang-orang kecil tidak mampu merasakannya. Pendidikan itu mahal karena berharga, siapapun bisa mengenyamnya dengan waktu yang tidak singkat dan secara bertahap atau bertingkat ke jenjang lebih tinggi. Memang pendidikan tidak harus diberikan di sekolah, tetapi sebagai penunjang sarana dan prasarana serta sosialisasi antarteman dapat tercipta dan hal itu terjadi di sekolah. Menurut saya, alangkah baiknya pemerintah memikirkan dan mengkaji hal ini matang-matang dan bergerak cepat agar orang yang tidak bisa calistung tidak bertambah banyak.

INFO BEASISWA

Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun ketiga. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 dan 2012, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.
Di tahun 2013 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom PENDAFTARAN pada web di bawah ini!

Pendaftaran periode 1          : 1 Februari – 30 Juni 2013
Pengumuman                     : 10 Juli 2013

Pendaftaran periode 2         : 1 Juli – 31 Desember 2013
Pengumuman                     : 13 Januari 2014

Website yang terkait:
Beasiswa DataPrint (www.beasiswadataprint.com)
Website DataPrint (www.dataprint.co.id)
 

Komentar