Teror Saat MOS
Penulis : Lexie Xu
Penerbit : P.T. Gramedia Pustaka Umum
Cetakan : Kesatu
Tebal Buku : 304 hal ; 20 cm
Terbit : 2011
Begitu juga dengan Lexie Xu yang berusaha membawa para pembacanya dalam Pengurus MOS Harus Mati. Sebuah cerita yang patut untuk diacungin jempol karena jalan ceritanya yang menarik. Meskipun novel ini bergenre horor dan banyak teror yang terjadi, novel ini mengunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti sehingga pada saat membacanya tidak terlalu menyeramkan namun tetap mengasyikan.
Pada saat membacanya, kita seakan dibawa ke dalam cerita. Banyak kejadian-kejadian yang membuat kita ingin terus membacanya. Walaupun banyak teror yang diceritakannya, novel ini tetap mengandung pelajaran yang dapat diambil.
Berawal dari awal tahun ajaran baru yang selalu mengadakan MOS. Awalnya Hanny merasa senang karena menjadi salah satu pengurus MOS. Terpilih menjadi anggota elite dan mendapat kesempatan menyiksa murid-murid baru. Namun semuanya tidak menyenangkan dan tak seindah yang dibayangkan.
Benji sang ketua OSIS mengajak para pengurus MOS untuk mengarang kisah horor bohongan seputar sekolah. Tak disangka, kisah-kisah horor bohongan itu menjelma menjadi kenyataan. Satu demi satu pengurus MOS mengalami kecelakaan mengerikan yang tidak bisa dijelaskan. Mungkin ini semua kutukan yang terbalik menimpa para pengurus MOS. Atau mungkin anak baru yang dendam pada pengurus MOS karena mereka terlalu semena-mena kepada anak baru. Tetapi, semua petunjuk mengarah kepada Jenny sahabat Hanny.
Cerita yang dikarang oleh Lexie Xu ini tentang sebuah kisah teror yang terjadi saat MOS berlangsung. Mampu membuat para pembacanya terlarut dalam kisah yang dikarangnya. Dengan pemilihan unsur tempat, kisah horor atau tragedi yang terjadi, Lexie Xu mampu membuat cerita ini begitu nyata adanya. Karakter pada tokoh yang diceritakan mampu ditonjolkan serta pemilihan karakternya pun sangat cermat sehingga kita tidak dapat menebaknya.
Bahasa yang digunakan Lexie Xu ini memang mudah dipahami. Karena bahasa yang digunakan bahasa sehari-hari. Tetapi, ada beberapa kata yang tak seharusnya dikeluarkan dan ditulis karena tidak sesuai dengan nilai norma. Begitu pula dengan adegan terakhirnya yang tak pantas dan tak patut untuk diceritakan.
So, buat apa ragu untuk membeli novel ini? Jalan ceritanya yang menarik dan pastinya seru, sangat pantas dibaca oleh kita yang suka dengan teka-teki dan horor. jadi, jangan lupa untuk membeli dan membaca novel ini, yah.
Penulis resensi: Arki Dwi Putri Nugraeheni

Komentar
Posting Komentar